MALEINSPIRE.id – Dalam perhelatan Grammy Awards 2026 beberapa waktu lalu, Billie Eilish berhasil membawa pulang piala Song of the Year berkat lagu balada emosionalnya yang berjudul ‘Wildflower‘.
Kemenangan ini bukan sekadar pencapaian biasa, melainkan tonggak sejarah baru bagi Billie Eilish yang kini secara resmi telah mengantongi total 10 piala Grammy sepanjang kariernya.
Strategi Billie Eilish di balik kesuksesan ‘Wildflower‘
Meskipun ‘Wildflower‘ merupakan bagian dari album ketiganya, Hit Me Hard and Soft yang dirilis pada Mei 2024, Billie Eilish dan timnya menerapkan strategi yang cerdik dalam pemilihan waktu rilis single.
Lagu ini baru resmi dilepas sebagai single pada Februari 2025 agar memenuhi syarat kualifikasi untuk tahun nominasi Grammy 2026.
Langkah ini terbukti membuahkan hasil manis.
‘Wildflower‘ berhasil mengungguli deretan nama besar lainnya dalam kategori yang sangat kompetitif, termasuk ‘Abracadabra‘ milik Lady Gaga dan ‘DtMF‘ dari Bad Bunny.
Kekuatan lirik yang puitis dan melodi yang mencekam menjadikan lagu ini favorit para juri dan kritikus musik.
Kolaborasi erat dengan Finneas O’Connell

Di balik keindahan ‘Wildflower‘, terdapat sentuhan magis dari kolaborasi antara Billie dan kakaknya, Finneas O’Connell.
Seperti karya-karya sebelumnya, duo kakak-beradik ini menulis dan memproduseri lagu tersebut secara mandiri.
‘Wildflower‘ menonjol karena narasi liriknya yang menyentuh tentang kerapuhan hidup yang dibalut dengan keindahan, sebuah karakteristik musik Billie yang selalu berhasil mengaduk emosi pendengarnya.
Pidato kemenangan yang mengharukan
Saat menerima penghargaan di atas panggung, Billie tampil dengan penuh kerendahan hati. Ia menyampaikan rasa hormatnya kepada rekan sesama nominator yang ia sebut sebagai sosok-sosok legendaris.
“Semua orang di kategori ini begitu luar biasa. Aku merasa sangat terhormat setiap kali bisa berada di ruangan ini bersama kalian,” ujar Billie dalam pidatonya yang penuh haru.
Pesan kemanusiaan yang menggugah
Namun, Billie tidak hanya menggunakan panggung tersebut untuk merayakan kesuksesan pribadi.
Ia memanfaatkan platform sebesar Grammy untuk menyuarakan isu kemanusiaan yang mendesak.
Billie mendedikasikan kemenangannya untuk mengenang para korban jiwa dalam insiden tragis yang melibatkan petugas imigrasi ICE di Amerika Serikat.
“Sungguh sulit untuk tahu apa yang harus dikatakan dan dilakukan saat ini. Tapi saya merasa sangat optimis di ruangan ini; kita hanya perlu terus berjuang dan bersuara,” kata Billie.