MALEINSPIRE.id – Tahun 2025 menjadi tonggak sejarah baru bagi Beyonce.
Setelah mendominasi industri musik selama lebih dari dua dekade, “Queen Bey” kini resmi mengukuhkan posisinya dalam jajaran elit finansial dunia.
Dengan strategi bisnis yang matang dan kontrol penuh atas karya seninya, ia membuktikan bahwa kreativitas dan kecerdasan finansial dapat berjalan beriringan.
Berikut adalah rincian perjalanan Beyonce menuju status miliarder serta sumber kekayaan utamanya.
Pencapaian rekor Beyonce di tahun 2025
Berdasarkan laporan terbaru Forbes, Beyonce berhasil meraup pendapatan sebesar 148 juta dolar AS (sekitar Rp2,39 triliun) sebelum pajak sepanjang tahun 2025.
Angka fantastis ini menempatkannya sebagai musisi dengan bayaran tertinggi ketiga di dunia tahun ini.
Dengan pencapaian tersebut, bintang berusia 44 tahun ini kini resmi menjadi musisi kelima dalam sejarah yang masuk ke dalam daftar miliarder dunia, bersanding dengan nama-nama besar seperti suaminya, JAY-Z, serta Rihanna.
Dominasi tur dan kontrol katalog musik

Sumber utama kekayaan Beyonce berasal dari kepemilikan penuh atas hak katalog musiknya serta kesuksesan tur global.
Strategi residensi stadion dalam tur “Cowboy Carter” terbukti sangat efektif.
Meskipun hanya mencakup 32 tanggal di 9 stadion, tur ini berhasil meraup lebih dari 400 juta dolar AS (sekitar Rp6,48 triliun) dari penjualan tiket.
Keuntungan ini semakin maksimal karena Beyonce memproduksi turnya sendiri melalui Parkwood Entertainment, yang memungkinkannya mempertahankan porsi pendapatan yang jauh lebih besar dibandingkan artis lainnya.
Selain tiket, penjualan merchandise resmi juga menyumbang sekitar 50 juta dolar AS (lebih kurang Rp810 miliar).
Kerajaan bisnis di luar musik
Kekayaan Beyonce tidak hanya bergantung pada vokal emasnya. Ia telah membangun ekosistem bisnis yang beragam dan sangat menguntungkan:
-
Cécred: Lini perawatan rambut miliknya yang mendapatkan sambutan hangat di pasar kecantikan.
-
SirDavis: Label wiski premium yang baru saja diluncurkan.
-
Sponsorship Global: Kontrak iklan dengan brand ikonik seperti Levi’s yang menyumbang sekitar 10 juta dolar AS (setara Rp162 miliar).
Kesepakatan strategis dengan platform streaming
Beyonce juga dikenal sebagai negosiator ulung dalam kerja sama konten digital.
Penampilan spesialnya di acara NFL Halftime Show pada hari Natal yang ditayangkan oleh Netflix dilaporkan memberikan bayaran sebesar 50 juta dolar AS (lebih kurang Rp810 miliar).
Jika ditarik ke belakang, kesuksesan finansial ini merupakan hasil dari rentetan kesepakatan cerdas.
Ia membawa pulang hampir setengah dari pendapatan film konser RENAISSANCE yang meraup total 44 juta dolar AS (setara Rp712 miliar), serta menerima kontrak 60 juta dolar AS (sekitar Rp972 miliar) untuk dokumenter Beychella di Netflix beberapa tahun lalu.