MALEINSPIRE.id – Perkembangan teknologi yang kian pesat membawa kemudahan sekaligus potensi ancaman yang tak terbayangkan sebelumnya. Hal ini disampaikan pendiri Microsoft, Bill Gates.
Ia menyebut peringatan serius terkait bahaya kecerdasan buatan (AI) yang diyakininya dapat digunakan untuk memicu bencana berskala masif hingga merenggut hingga satu miliar jiwa.
Bill Gates menilai bahaya terbesar akan muncul ketika pihak yang berniat jahat berhasil mengakses dan memanfaatkan perangkat AI generasi terbaru.
“AI jelas cukup kuat untuk memicu rangkaian peristiwa yang menyebabkan satu miliar kematian,” ujar Bill Gates dalam cuplikan wawancaranya di program Meet the Press milik NBC.
Ia menambahkan bahwa belum pernah ada senjata yang begitu ampuh selain kombinasi antara niat jahat seseorang dan kecanggihan perangkat AI terkini.
Bill Gates Sebut Ancaman Serangan Siber, Ingatkan Petinggi Industri AI
Mengenai ancaman tersebut, Gates menegaskan bahwa pengawasan internal oleh perusahaan-perusahaan pengembang AI saja tidak akan cukup.
Menurutnya, aparat penegak hukum dan pembuat kebijakan harus turun tangan untuk menetapkan langkah perlindungan serta regulasi pemantauan yang ketat.
Peringatan mengenai bahaya kecerdasan buatan ini makin memperpanjang deretan kekhawatiran dari para tokoh teknologi dunia:
- Potensi Serangan Fatal: Gates menyoroti bahwa AI canggih rawan disalahgunakan untuk serangan siber, penipuan, disinformasi, hingga lumpuhnya infrastruktur vital seperti rumah sakit, lembaga keuangan, jaringan listrik, dan sistem pemerintahan.
- Risiko Kepunahan Manusia: Mantan peneliti Anthropic, Jacob Coxon, yang mengundurkan diri, menuding perusahaan teknologi ternama saling berlomba mengembangkan AI supercerdas tanpa memedulikan keselamatan publik. Salah seorang karyawan Anthropic bahkan menilai ada peluang di atas 10 persen AI bisa memusnahkan manusia dalam satu dekade ke depan.
- Seruan Perlambatan AI: CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan agar tempo pengembangan AI diperlambat. Langkah ini turut didukung oleh CEO OpenAI Sam Altman hingga Elon Musk.
Berbagai pandangan ini menjadi pengingat bagi kita bahwa di balik kemudahan yang ditawarkan, bahaya kecerdasan buatan memerlukan regulasi ketat agar tidak berubah menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan umat manusia.