MALEINSPIRE.id – Sewaktu kecil, mencari teman rasanya begitu mudah.
Kita hanya perlu duduk di meja kelas yang sama, pergi les bareng, atau bergabung di klub kampus yang sama. Kebersamaan terjadi secara alami karena jadwal yang serupa.
Namun, begitu memasuki dunia kerja, kesibukan dan tanggung jawab membuat ruang untuk bertemu orang baru semakin sempit. Tak jarang, rasa kesepian mulai menghampiri di tengah padatnya rutinitas.
Lantas, mengapa mencari teman terasa jauh lebih menantang setelah kita tumbuh dewasa?
Edukator kesehatan mental dan coach NLP bersertifikat, Devina Kaur, menjelaskan bahwa lingkungan sekolah dan kampus memang menyediakan wadah alami untuk terhubung lewat minat yang sama.
Sebaliknya, dunia kerja tidak selalu memberikan ruang yang sama spontannya untuk mencari teman.
Oleh karena itu, memahami cara berteman saat dewasa menjadi keterampilan penting yang membutuhkan niat dan usaha aktif dari diri kita sendiri.
Alasan Utama Sulit Mencari Teman di Usia Dewasa
Menurut Devina Kaur, ada beberapa hambatan utama yang sering kita hadapi saat mencoba mencari teman di usia dewasa:
- Keterbatasan Waktu dan Energi: Tenggat waktu pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan urusan pribadi kerap menguras energi. Tidak seperti masa sekolah di mana interaksi terjadi spontan, kehidupan dewasa menuntut kita untuk sengaja meluangkan waktu bersosialisasi.
- Rasa Takut Ditolak: Makin bertambah usia, kita cenderung lebih berhati-hati. Pertanyaan seperti “Bagaimana kalau dia tidak tertarik?” atau “Apakah saya terlihat terlalu agresif?” sering kali membuat semua orang saling menunggu untuk mengambil langkah pertama.
- Perubahan Fase Kehidupan: Peristiwa besar seperti berpindah kota, berganti pekerjaan, menikah, hingga memiliki anak dapat mengubah dinamika hubungan. Kita mungkin perlahan kehilangan kontak dengan teman lama dan perlu membangun lingkaran pendukung yang baru.
Langkah Praktis dan Cara Berteman Saat Dewasa
Meski terasa canggung di awal, menerapkan cara berteman saat dewasa bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten:
- Mulai dari Hobi dan Minat yang Sama: Ikutilah kegiatan yang benar-benar kamu nikmati, seperti kelas olahraga, komunitas relawan, atau workshop kreatif. Aktivitas bersama memudahkan percakapan mengalir alami tanpa tekanan.
- Berani Mengambil Inisiatif Pertama: Coba menyapa terlebih dahulu, menanyakan hobi, atau mengajak rekan kerja minum kopi santai. Rasa canggung adalah hal yang wajar di awal, namun kamu akan terbiasa seiring berjalannya waktu.
- Terbuka pada Berbagai Jenis Pertemanan: Tidak semua teman baru harus menjadi sahabat karib. Ada teman yang cocok untuk teman olahraga, teman perjalanan, atau rekan diskusi karier. Membuka diri pada berbagai bentuk relasi akan memperluas peluang hubungan yang bermakna.
“Kita sebagai orang dewasa, lebih sering dari yang kita bayangkan, merasa terisolasi atau ragu untuk bertemu teman baru,” ungkap Devina.
Ia juga menambahkan bahwa meski dunia modern membuat hubungan kasual terasa menantang, kita tetap bisa membangun persahabatan yang jujur dan tulus jika memiliki keinginan kuat untuk memulainya.