MALEINSPIRE.id – Sekelompok mahasiswa dari Universitas Cologne, Jerman, berhasil menemukan sebuah kulkas kuno Romawi berusia 2.000 tahun di situs Landschaftsverband Westfalen-Lippe (LWL) -Römermuseum di Haltern am See.
Temuan lubang pendingin ala Romawi kuno ini langsung mengejutkan para arkeolog karena menyajikan sistem penyimpanan canggih untuk menjaga kesegaran makanan pada masanya.
Selain itu, kulkas kuno ini juga memberikan gambaran langka mengenai kehidupan sehari-hari para prajurit Romawi di benteng militer Aliso yang menjadi salah satu pangkalan penting di wilayah utara Eropa.
Kemewahan Kuliner Prajurit di Perbatasan Benteng Aliso
Ekskavasi di situs bersejarah tersebut memperlihatkan banyak temuan unik terkait gaya hidup para prajurit.
Tim mahasiswa menemukan pecahan tembikar mewah jenis Terra Sigillata, wadah makan berwarna merah mengilap yang dulunya dipakai oleh kalangan elite Kekaisaran Romawi, sebagaimana dikutip dari Daily Galaxy.
Arkeolog LWL, Dr. Bettina Tremmel, menyatakan bahwa keberadaan benda-benda mewah tersebut membuktikan bahwa kehidupan di wilayah perbatasan pun tetap lekat dengan budaya makan yang canggih.
Tidak hanya itu, tim peneliti juga menemukan pecahan amphora, yakni wadah keramik besar bekas penyimpanan anggur impor asal kawasan Mediterania.
Fungsi Lubang Pendingin dan Sisa Peninggalan Kulkas Kuno Romawi
Salah satu sorotan utama dalam ekskavasi ini adalah penemuan lubang penyimpanan bawah tanah yang berfungsi layaknya kulkas kuno untuk mendinginkan makanan dan minuman.
Lubang ini digali ke dalam tanah dan dilapisi bahan alami seperti tanah liat, batu, jerami, atau pasir guna menjaga suhu di dalamnya tetap rendah.
Tremmel menyebutkan bahwa pihak peneliti belum dapat memastikan apakah sisa bangunan tersebut dulunya merupakan barak prajurit atau rumah bergaya atrium.
Kendati demikian, salah satu lubang yang ditemukan dipastikan berfungsi sebagai semacam lemari pendingin alami.
Di wilayah beriklim dingin seperti Germania, tentara Romawi cukup memanfaatkan lubang tanah yang ditutup dengan papan kayu untuk mengawetkan bahan pangan mereka.
Selain keberadaan kulkas kuno tersebut, tim arkeologi turut menemukan parit besar bekas tiang bangunan yang mengindikasikan adanya praktik penghancuran kamp secara sengaja.
Teknik yang dikenal sebagai pembakaran tiang kayu sebelum dicabut ini biasa dilakukan oleh tentara Romawi saat terpaksa meninggalkan markas dengan cepat, yang menurut Dr. Tremmel berkaitan langsung dengan peristiwa Pertempuran Hutan Teutoburg pada tahun 9 Masehi silam.