MALEINSPIRE.id – Minum teh hangat sering kali menjadi pilihan favorit untuk mengawali pagi hari atau merilekskan pikiran di sore hari.
Namun, bagi sebagian orang, kenikmatan ini kerap disusul oleh rasa panas atau perih di area dada.
Banyak dari kita yang langsung menganggapnya sebagai masalah asam lambung biasa.
Padahal, sensasi dada terbakar setelah minum teh tidak boleh selalu sepelekan karena gejalanya bisa menyerupai serangan jantung.
Kebiasaan mengandalkan obat maag atau pertolongan pertama rumahan saat merasakan rasa tidak nyaman ini bisa berakibat fatal.
Menunda pemeriksaan medis karena dikira hanya gangguan pencernaan kerap membuat penanganan keterlambatan.
Dr. Dixit Garg, seorang konsultan kardiologi intervensi dari Manipal Hospital Gurugram, menjelaskan bahwa rasa panas di dada usai minum teh memang kerap diabaikan karena terasa seperti maag biasa.
Ia memperingatkan bahwa salah mengartikan rasa tidak nyaman ini dan hanya mengonsumsi antasida dapat memperburuk kondisi saat pasien akhirnya tiba di rumah sakit.
Serangan Jantung Usai Minum Teh Terasa Seperti Asam Lambung
Untuk memahami keterkaitannya, kita perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi saat serangan jantung menyerang.
Garg memaparkan bahwa serangan jantung terjadi ketika salah satu pembuluh darah arteri yang menyuplai darah ke jantung tersumbat.
Penumpukan lemak di dalam pembuluh darah yang pecah akan memicu terbentuknya gumpalan darah.
Ketika aliran darah terhenti, otot jantung kekurangan oksigen dan mulai mengalami kerusakan.
Mengingat kerusakan otot jantung bisa terjadi dalam waktu singkat, pengenalan gejala awal dan penanganan medis dengan segera menjadi hal yang sangat krusial.
Rasa tidak nyaman yang dipicu oleh sensasi dada terbakar setelah minum teh sangat rawan disalahartikan, terutama pada wanita, lansia, dan penderita diabetes.
Berikut beberapa gejala mirip asam lambung yang patut kamu waspadai sebagai sinyal masalah jantung:
- Rasa terbakar yang persisten: Nyeri dada hebat yang tidak kunjung membaik meski sudah minum antasida atau obat lambung.
- Sensasi terbakar berulang: Rasa panas yang terus muncul setiap selesai makan atau minum.
- Nyeri yang menjalar: Ketidaknyamanan di dada yang disertai rasa sakit menyebar ke rahang, leher, bahu, punggung, hingga lengan.
- Gangguan pencernaan disertai sesak: Merasa mual atau kembung yang diikuti sesak napas saat melakukan aktivitas ringan seperti berjalan atau naik tangga.
- Gejala fisik mendadak: Rasa perih di dada yang muncul bersamaan dengan keringat dingin, pusing, atau tubuh terasa sangat lemas.
Langkah Pencegahan dan Diagnosis Medis
Mencegah tentu jauh lebih baik daripada mengobati. Garg membagikan beberapa langkah sederhana yang bisa kita terapkan untuk menjaga kesehatan jantung:
- Pola Makan Seimbang: Perbanyak konsumsi buah, sayur, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak untuk menjaga kesehatan pembuluh darah.
- Rutin Beraktivitas Fisik: Olahraga teratur membantu memperkuat otot jantung, melancarkan sirkulasi darah, dan menjaga berat badan ideal.
- Stop Merokok: Hindari produk tembakau sepenuhnya karena dapat meningkatkan risiko penyumbatan arteri secara signifikan.
- Kendalikan Tekanan Darah dan Gula Darah: Mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan diabetes akan mengurangi risiko kerusakan pembuluh darah.
- Kelola Stres dan Tidur Cukup: Istirahat yang berkualitas membantu mendukung fungsi jantung secara menyeluruh.
- Cek Kesehatan Secara Berkala: Melakukan medical check-up rutin membantu mendeteksi faktor risiko sejak dini.
Jika kamu mengalami gejalanya, dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi jantung.
Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dilakukan untuk melihat aktivitas listrik jantung, dilanjutkan tes darah guna memeriksa penanda kerusakan otot jantung seperti troponin.
Selain itu, ekokardiogram dan angiografi koroner juga kerap digunakan untuk mengevaluasi pompa jantung serta mendeteksi lokasi pasti penyumbatan.
Serangan jantung tidak selalu datang dengan gejala yang dramatis.
Jadi, jika kamu sering merasakan sensasi dada terbakar setelah minum teh yang tak kunjung hilang, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter.