Kehilangan Kromosom Y bisa Terjadi pada Pria Lanjut Usia, Apa Dampaknya?

kehilangan kromosom Y

MALEINSPIRE.id – Selama puluhan tahun, fenomena kehilangan kromosom Y pada sejumlah sel tubuh pria lanjut usia hanya dianggap sebagai penanda alami dari proses penuaan yang tidak berbahaya.

Namun, peta medis kini bergeser secara drastis setelah serangkaian penelitian terbaru membongkar fakta sebaliknya.

Kehilangan kromosom Y ternyata memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis yang mematikan, mulai dari kanker hingga gangguan jantung parah.

Berdasarkan laporan ilmiah yang dihimpun, hilangnya komponen genetik ini pada sel darah pria dapat merusak stabilitas fungsi sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.

Fenomena Kehilangan Kromosom Y Terjadi Seiring Penuaan

Kromosom Y sejatinya memegang peran krusial dalam menentukan jenis kelamin laki-laki sekaligus menjaga fungsi reproduksi pria tetap optimal.

Meskipun cetak biru genetik ini tersebar di sebagian besar sel tubuh, strukturnya tergolong rentan dan mudah mengalami kesalahan replikasi saat terjadi proses pembelahan sel.

Para peneliti mengamati tren penyusutan ini semakin masif seiring bertambahnya usia seseorang. Data statistik menunjukkan hal-hal berikut:

  • Usia 70 Tahun: Sekitar 40 persen pria terdeteksi mengalami mutasi berupa hilangnya kromosom Y pada sebagian sel darah mereka.

  • Usia 93 Tahun: Angka kerentanan tersebut melonjak tajam hingga menyentuh kisaran 57 persen.

Meskipun awalnya dianggap sebagai bagian normal dari perjalanan usia, bukti genetik mutakhir dalam beberapa tahun terakhir menegaskan bahwa kehilangan kromosom Y berkontribusi nyata pada penurunan kualitas hidup pria lansia.

Kaitan Erat dengan Risiko Kanker dan Penyakit Jantung

kehilangan kromosom Y

Ancaman kesehatan akibat hilangnya kromosom ini dibuktikan lewat eksperimen laboratorium tahun 2022 pada jurnal Science.

Riset tersebut memperlihatkan bahwa tikus yang kehilangan kromosom Y pada sel imun jantungnya mengalami gangguan fungsi kardiovaskular parah yang berujung pada kematian dini.

Selaras dengan itu, studi lain di tahun yang sama mengonfirmasi bahwa pria lanjut usia yang kehilangan kromosom ini memiliki probabilitas tinggi untuk mengidap kanker.

Data dari National Cancer Institute memperkuat temuan ini, di mana 40 persen pria lansia penderita kanker kandung kemih terbukti kehilangan kromosom Y pada struktur sel tumor mereka.

Berdasarkan analisis dari The University of Arizona Health Sciences, kondisi ini terjadi karena sel imun yang kehilangan kromosom Y secara otomatis menjadi kurang efektif dalam mendeteksi maupun melancarkan serangan terhadap sel-sel kanker yang berkembang di dalam tubuh.

Akankah Kromosom Y Mengalami Kepunahan Total?

Di luar ranah klinis, fenomena penyusutan ini memicu perdebatan hangat di kalangan ahli evolusi.

Saat ini, kromosom Y manusia tercatat hanya mempertahankan sekitar 3 persen dari total gen leluhurnya.

Beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa materi genetik maskulin ini berpotensi menghilang sepenuhnya dalam jutaan tahun ke depan.

Meski begitu, tidak semua pakar sepakat dengan skenario kepunahan tersebut.

Ahli biologi evolusi Jennifer Hughes menilai gen-gen yang masih tersisa pada kromosom Y saat ini memiliki fungsi yang teramat vital bagi organ tubuh lain, sehingga tekanan seleksi alam akan terlalu besar untuk membiarkannya punah begitu saja.

“Gen-gen yang dipertahankan pada kromosom Y memiliki fungsi penting di seluruh tubuh, sehingga tekanan selektif untuk mempertahankan gen-gen tersebut terlalu besar untuk hilang,” tegas Hughes.

Sebaliknya, pandangan berbeda dilontarkan oleh ahli biologi evolusi Jenny Graves.

Ia menjelaskan bahwa hilangnya kromosom Y bukan berarti kiamat bagi eksistensi sebuah spesies.

Graves memberikan contoh konkret pada mamalia seperti tikus berduri dan mole vole yang tetap bisa berkembang biak dengan normal meski tidak lagi memiliki kromosom Y.

Menurut penjelasannya, kedua hewan tersebut berhasil memindahkan tugas penentuan jenis kelamin ke kromosom lain selama proses evolusi panjang berjalan.