5 Legenda Sepak Bola yang Tak Pernah Tampil di Piala Dunia

legenda sepak bola

MALEINSPIRE.id – Menjadi legenda sepak bola dengan deretan trofi bergengsi di tingkat klub ternyata bukan jaminan bagi pemain untuk bisa mencicipi atmosfer megah panggung Piala Dunia.

Turnamen empat tahunan ini sering kali dianggap sebagai puncak karier tertinggi sekaligus impian terbesar bagi setiap pesepak bola profesional demi melengkapi warisan sejarah mereka.

Namun, sejarah mencatat bahwa keagungan nama dan kemampuan individu yang luar biasa tidak selalu berjalan selaras dengan nasib baik di level internasional, kendati mereka berstatus legenda sepak bola.

Alasan ketidakhadiran mereka sangat beragam, mulai dari performa tim nasional yang kurang kompetitif, hantaman cedera di saat krusial, hingga keputusan pensiun yang meleset dari momentum emas negaranya.

Legenda Sepak Bola yang Tak Pernah Merasakan Piala Dunia

Berikut adalah lima legenda sepak bola yang berjaya di tanah Eropa namun tidak pernah merasakan berlaga di panggung Piala Dunia:

Alfredo Di Stefano

Legenda sepak bola Spanyol ini hampir selalu masuk dalam perdebatan pemain terbaik sepanjang masa.

Sosok sentral Real Madrid era 1950-an ini sukses mempersembahkan lima gelar Piala Eropa secara beruntun, delapan trofi LaLiga, dan dua penghargaan Ballon d’Or.

Sayangnya, timnas Spanyol yang ia bela gagal lolos pada edisi 1958, dan hantaman cedera parah memupus harapannya untuk tampil di Piala Dunia 1962 di Cile.

George Weah

Sebagai satu-satunya pemain asal benua Afrika yang berhasil merengkuh trofi Ballon d’Or (1995), kehebatan George Weah bersama Paris Saint-Germain dan AC Milan berada di tingkat tertinggi.

Pada tahun yang sama, ia juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA.

Namun, keterbatasan skuad tim nasional Liberia membuat penyerang tajam ini harus mengubur impiannya tampil di putaran final sepanjang karier profesionalnya.

George Best

legenda sepak bola

Ikon flamboyan Manchester United pada dekade 1960-an ini dikenal memiliki teknik, kecepatan, dan kreativitas yang sangat tinggi hingga membuahkan gelar Piala Eropa serta Ballon d’Or 1968.

Sayangnya, saat berada di puncak performa, Irlandia Utara selalu gagal di fase kualifikasi.

Ketika negaranya berhasil menembus Piala Dunia pada edisi 1982 dan 1986, Best sudah melewati masa keemasannya dan tidak lagi menjadi bagian dari skuad.

Eric Cantona

Kehadiran Cantona menjadi katalis utama kebangkitan Manchester United di era awal Premier League dengan sumbangan empat gelar liga dan dua Piala FA.

Sisi ironis justru terjadi di level internasional ketika timnas Prancis gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia edisi 1990 dan 1994.

Saat Les Bleus akhirnya keluar sebagai juara di rumah sendiri pada edisi 1998, Cantona sudah memutuskan gantung sepatu lebih awal.

Ryan Giggs

legenda sepak bola

Menghabiskan lebih dari dua dekade bersama Setan Merah, Giggs mengoleksi 13 gelar Premier League dan dua trofi Liga Champions sebagai simbol konsistensi tertinggi.

Namun, dominasi masif tersebut berbanding terbalik dengan nasibnya bersama timnas Wales yang selalu kandas di fase kualifikasi.

Wales baru berhasil kembali ke turnamen akbar tersebut pada tahun 2022, delapan tahun setelah Giggs resmi pensiun dari lapangan hijau.