MALEINSPIRE.id – Skor intelligence quotient atau IQ terendah di suatu negara sering kali menjadi topik yang ramai dibicarakan.
Meskipun IQ bukan satu-satunya tolok ukur kesuksesan seorang individu, secara kolektif, skor IQ sering digunakan oleh para peneliti untuk memetakan kualitas sumber daya manusia, akses pendidikan, hingga pemenuhan gizi di suatu negara.
Baru-baru ini, laporan mengenai daftar negara dengan skor IQ terendah kembali mencuat.
Lantas, bagaimana dengan negara kita? Apakah posisi Indonesia sudah mengalami peningkatan yang signifikan? Mari kita bedah datanya lebih dalam.
Skor IQ terendah di dunia dipegang Gabon
Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai lembaga riset internasional, seperti World Population Review dan Ulster Institute, terdapat korelasi kuat antara tingkat kesejahteraan suatu negara dengan skor IQ penduduknya.
Data tersebut diambil dari Tes IQ Internasional (IIT) didasarkan pada data dari 1.352.763 peserta di seluruh dunia yang mengikuti tes IQ yang sama di situs web pada tahun 2024.
Meski begitu, masih terdapat perdebatan dan kontroversi mengenai metode yang akurat dalam membandingkan IQ.
Banyak ahli terkemuka berpendapat bahwa tes IQ paling objektif pun dapat bias jika berhadapan dengan konsep umum atau sistem pendidikan negara-negara Barat yang maju.
Oleh karena itu, tes semacam itu tidak efektif dalam mengukur kecerdasan di wilayah lain seperti sebagian besar Afrika dan Asia.
Berikut negara dengan peringkat IQ terendah sedunia beserta skor IQ rata-rata:
- Gabon: 85,08
- Angola: 85,33
- Benin: 86,88
- Mozambik: 87,81
- Republik Demokratik Kongo: 88,01
- Senegal: 88,27
- Pantai Gading: 88,42
- Nikaragua: 88,70
- Tanzania: 89,40
- Uganda: 89,89
- Togo: 89,94
- Kamerun: 89,94
- Republik Dominika: 90,06
- Zimbabwe: 90,21
- Ghana: 90,25
IQ Indonesia peringkat berapa?

Berdasarkan ranking World Population Review, Indonesia berada di urutan peringkat ke-100 negara dengan IQ tertinggi di dunia.
Sementara itu, jika diurutkan berdasarkan negara dengan IQ terendah di dunia, Indonesia berada di peringkat ke-30 negara dengan IQ terendah se-dunia.
Peringkat tersebut diurutkan dari 129 negara.
Penelitian terkait IQ
Penelitian mengenai IQ tidak lepas dari David Becker dalam bukunya yang berjudul The Intelligence of Nations tahun 2019.
Kontribusi Becker dalam buku tersebut sangat kontroversial.
Ia mengemukakan teori bahwa ras dan jenis kelamin tertentu secara genetik lebih cenderung memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dibanding yang lain.
Baik metodologinya maupun objektivitasnya dipertanyakan.
Namun, karyanya menarik perhatian pada bidang ini, dan ia sering (meskipun merasa enggan) dianggap sebagai pionir dalam bidang kecerdasan nasional.