MALEINSPIRE.id – Dunia medis internasional baru saja menyambut kabar gembira mengenai kemajuan signifikan dalam penanganan salah satu penyakit paling mematikan: kanker pankreas.
Tim ilmuwan dari Spanish National Cancer Research Centre (CNIO) berhasil menemukan metode yang disebut mampu menghapus tumor kanker pankreas secara total dan permanen dalam model eksperimental.
Penemuan ini menjadi angin segar mengingat kanker pankreas memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, yakni mencapai lebih dari 76 persen per tahun menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Di Indonesia sendiri, data Globocan mencatat ribuan kasus kematian setiap tahunnya akibat keganasan organ ini.
Menargetkan “sakelar” sel pada pasien kanker pankreas
Studi yang dipimpin oleh Dr Mariano Barbacid ini berfokus pada onkogen KRAS.
Dalam dunia onkologi, KRAS sering diibaratkan sebagai “sakelar” sel yang macet dalam posisi menyala, sehingga memicu pertumbuhan sel kanker yang tak terkendali.
Mutasi gen ini ditemukan pada sekitar 90 persen pasien kanker pankreas.
Meskipun upaya menargetkan gen KRAS sudah sering dilakukan sebelumnya, sel kanker biasanya selalu menemukan “jalur alternatif” untuk tetap tumbuh.
Namun, tim dari CNIO merancang strategi yang jauh lebih cerdas untuk menutup celah tersebut.
Strategi kombinasi tiga obat

Keberhasilan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) ini terletak pada penggunaan kombinasi tiga obat sekaligus.
Pendekatan ini menyerang sel kanker dari tiga sisi berbeda:
-
Menghambat jalur utama: Memutus sinyal pertumbuhan yang diaktifkan oleh KRAS.
-
Menutup jalur cadangan: Mencegah sel kanker menggunakan “jalan darurat” untuk berkembang biak.
-
Mematikan resistensi: Memastikan tumor tidak memiliki kesempatan untuk beradaptasi terhadap pengobatan.
Hasilnya sangat mengejutkan. Dalam uji coba pada tikus, tumor pankreas hilang sepenuhnya tanpa menunjukkan efek samping yang berarti.
Para ilmuwan menyebut temuan ini sebagai “cetak biru” baru bagi pengembangan terapi di masa depan.
Menuju uji klinis pada manusia
Meski hasil eksperimen ini belum pernah dicapai sebelumnya, . Barbacid menekankan bahwa masyarakat perlu bersabar.
Saat ini, metode tersebut masih berada pada tahap laboratorium dan belum siap untuk langsung diterapkan dalam uji klinis manusia.
Dukungan pun datang dari Kedutaan Besar Spanyol di Inggris yang memberikan apresiasi tinggi melalui pernyataan resmi.
Mereka menyebut penemuan ini berpotensi membawa perbedaan besar dalam perjuangan global melawan kanker pankreas.
Harapan masa depan
Langkah berikutnya adalah melakukan studi lanjutan untuk memastikan efektivitas dan keamanan kombinasi obat ini pada subjek yang lebih kompleks.
Dengan sistem yang semakin akurat dan pemahaman genetik yang lebih dalam, harapan untuk meningkatkan angka kelangsungan hidup pasien kanker pankreas kini terasa jauh lebih nyata.