Jaga Perlindungan Data Pribadi ala VIDA, Begini Caranya

kampanye VIDA perlindungan data pribadi

MALEINSPIRE.id – Di tengah derasnya arus digitalisasi, risiko kebocoran data pribadi bukan lagi sekadar isu teknis di tingkat korporasi, melainkan ancaman nyata yang bermula dari kebiasaan kita sehari-hari.

Mulai dari pendaftaran pinjaman online (pinjol) ilegal tanpa izin hingga saldo rekening yang ludes seketika, penyalahgunaan data sering kali berakar dari kelalaian yang tidak kita sadari.

Menyadari tantangan ini, VIDA, penyedia solusi digital identity dan fraud prevention, meluncurkan kampanye literasi publik bertajuk #VIDAJagaKalian.

Kampanye ini hadir untuk mengubah perspektif kita: bahwa benteng terkuat perlindungan data pribadi dimulai dari kesadaran individu, bukan sekadar kecanggihan sistem.

“Tukang Gorengan Jadi Tahu”

kampanye VIDA perlindungan data pribadi

Pernahkah kamu membeli gorengan dan mendapati bungkusnya berasal dari fotokopi KTP, Kartu Keluarga, atau ijazah?

Meski terlihat sepele, praktik ini adalah celah besar bagi para pelaku kejahatan.

Melalui kolaborasi unik bertajuk “Tukang Gorengan Jadi Tahu”, VIDA menggunakan penjual gorengan sebagai simbol untuk menyoroti betapa rentannya dokumen fisik kita jatuh ke tangan yang salah.

“Sebagian besar kebocoran data tidak hanya disebabkan oleh celah sistem, tetapi juga oleh kelalaian individu,” kata Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA.

“Melalui #VIDAJagaKalian, kami ingin mendorong perubahan perilaku agar data pribadi senantiasa terlindungi.”

Solusi praktis: mengamankan data pribadi dalam genggaman

Edukasi tentu akan lebih maksimal jika dibarengi dengan alat yang tepat.

VIDA memperkenalkan dua fitur utama di dalam VIDA App sebagai solusi perlindungan data yang modern:

  • DocsVault: Brankas digital terenkripsi dengan pengamanan biometrik wajah. Hanya pengguna yang bisa mengakses dokumen penting seperti KTP atau paspor yang disimpan di dalamnya.

  • SecureShare: Fitur berbagi dokumen dengan kontrol penuh. Pengguna bisa mengatur siapa yang melihat, berapa lama akses diberikan, bahkan memberikan passcode tambahan. Jika urusan selesai, akses dokumen bisa dicabut kapan saja.

Menurut Mukti Pradana, AVP Product Management VIDA, SecureShare memberikan kendali penuh kepada pemilik data.

“Kita bisa memantau histori akses dokumen secara real-time. Jadi, meskipun dokumen sudah dibagikan untuk keperluan administrasi, keamanannya tetap terjamin,” ujar dia.

Membangun budaya sadar data

Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten —seperti tidak sembarang membuang fotokopi dokumen atau menggunakan aplikasi penyimpanan yang aman— akan membentuk budaya perlindungan data pribadi yang kuat dalam jangka panjang.

VIDA menegaskan bahwa di era digital ini, identitas adalah aset berharga. Melalui teknologi dan edukasi, kita semua bisa beraktivitas di ruang siber dengan lebih tenang, aman, dan tepercaya.