Cara Ampuh Atasi Gugup saat Wawancara Kerja, Menurut Pakar Psikologi

wawancara kerja

MALEINSPIRE.id – Pernah merasa jantung berdegup kencang, telapak tangan berkeringat dingin, hingga kepala terasa pening tepat sebelum namamu dipanggil oleh perekrut saat wawancara kerja?

Jika iya, kamu tidak sendirian. Rasa gugup menjelang wawancara kerja adalah reaksi yang sangat manusiawi.

Namun jika tidak dikelola dengan baik, kecemasan ini dapat membuyarkan konsentrasi dan merusak performa kitat di hadapan perusahaan impian.

Dosen Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS), Rafika Nur Kusumawati, mengatakan bahwa cemas adalah respons alami tubuh saat menghadapi situasi yang dianggap menekan atau tidak nyaman.

Namun, pertanyaannya adalah: mengapa rasa cemas tersebut bisa muncul begitu kuat secara tiba-tiba?

Memahami pemicu kecemasan berlebih jelang wawancara kerja

wawancara kerja

Menurut Rafika, kecemasan yang awalnya wajar bisa berubah menjadi ekstrem jika dipicu oleh beberapa faktor kunci. Dalam konteks rekrutmen, rasa risau ini sering kali muncul akibat:

  • Persiapan yang kurang matang: Tidak menguasai materi atau informasi perusahaan.

  • Ekspektasi yang berlebihan: Menaruh harapan terlalu tinggi pada diri sendiri.

  • Takut akan kegagalan: Munculnya pikiran negatif tentang kemungkinan tidak diterima.

“Secara psikologis, stres cenderung muncul ketika seseorang memiliki rasa takut untuk gagal akibat ekspektasi yang tinggi. Hal ini menyebabkan tubuh dan pikiran terasa tegang,” tutur Rafika.

Strategi jangka panjang: persiapan sebelum hari-h

Untuk mengatasi gugup menjelang wawancara kerja, persiapan tidak bisa dilakukan secara mendadak.

Rafika membagikan langkah-langkah strategis yang bisa kita terapkan jauh sebelum jadwal wawancara tiba:

  1. Penguatan Mental: Latihlah diri untuk tetap rileks. Visualisasikan proses wawancara sebagai diskusi dua arah yang profesional, bukan sebuah penghakiman.

  2. Riset Lokasi dan Logistik: Baik wawancara dilakukan secara daring maupun luring, pastikan kita sudah familiar dengan medannya. Mengetahui lokasi atau memastikan koneksi internet stabil akan memberikan rasa aman secara psikologis.

  3. Membedah Materi Wawancara: Pelajari pertanyaan dasar seperti perkenalan diri, alasan melamar, serta kelebihan dan kekurangan. Semakin kita memahami topik yang akan dibahas, semakin besar kendali yang kita miliki atas situasi tersebut.

  4. Simulasi atau Latihan Wawancara: Melakukan latihan berbicara di depan cermin atau bersama teman terbukti efektif. Dengan riset dan latihan, kita akan memiliki “strategi koping” yang membuat respons kita lebih lancar dan percaya diri, bahkan saat menghadapi pertanyaan tak terduga.

Tips instan saat menunggu giliran

wawancara kerja

Bagi banyak orang, puncak kegugupan terjadi saat duduk di ruang tunggu. Berikut adalah kiat cepat untuk meredakan gejolak emosi saat akan wawancara kerja:

  • Teknik Relaksasi Pernapasan: Lakukan pernapasan dalam. Tarik napas panjang dan hembuskan perlahan hingga detak jantung kembali stabil.

  • Hidrasi yang Cukup: Meminum air mineral dapat membantu menenangkan sistem saraf sekaligus memberikan jeda bagi pikiran untuk kembali fokus.

  • Dukungan Sosial dan Doa: Meminta restu orangtua atau dukungan dari orang terdekat bisa menjadi “suntikan” moral yang luar biasa. Dukungan ini membantu kita merasa tidak berjuang sendirian.