Ekonom CELIOS Sebut 10 Pekerjaan yang Digantikan AI di Tahun 2026

pekerjaan yang digantikan Ai

MALEINSPIRE.id – Kehadiran Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan mulai mengubah peta lapangan kerja. Bahkan, pakar menyebut ada beberapa pekerjaan yang digantikan AI nantinya.

Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, memperingatkan bahwa sejumlah profesi kini berada di ambang transformasi besar —atau bahkan risiko digantikan sepenuhnya oleh mesin.

Menurut Bhima, ancaman ini menyasar profesi dengan karakteristik tertentu: tugas yang repetitif, memiliki birokrasi proses yang panjang, hingga bidang yang mengandalkan kreativitas namun polanya kini dapat dipelajari oleh algoritma.

Mengapa AI begitu cepat mengambil alih?

Terkait soal pekerjaan yang digantikan AI, Bhima menyoroti tiga faktor utama yang menjadi pemicunya:

  1. Repetisi Tinggi: Pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang dengan pola yang sama sangat mudah dipelajari oleh program AI.

  2. Simplifikasi Proses: AI mampu memangkas alur kerja yang sebelumnya membutuhkan waktu lama menjadi hitungan detik.

  3. Kreativitas Berpola: Menariknya, AI kini merambah sektor kreatif yang sebelumnya dianggap sebagai “benteng terakhir” manusia.

“Tantangannya jelas. Sektor digital adalah yang paling cepat terdampak karena alasan efisiensi,” tutur Bhima.

Daftar 10 pekerjaan yang digantikan AI menurut Bhima

pekerjaan yang digantikan Ai

Berdasarkan analisis Bhima Yudhistira, berikut adalah kategori dan jenis pekerjaan yang digantikan AI atau setidaknya mengalami penyusutan peran manusia secara signifikan:

  • Content Creator: Pembuatan konten visual dan audio yang kini bisa dilakukan secara instan oleh AI.

  • Scriptwriter: Penulisan naskah dengan bantuan model bahasa besar.

  • Copywriter: Penulisan teks iklan dan promosi yang semakin efisien lewat algoritma.

  • Jurnalis Digital: Pengolahan berita cepat dan penulisan berbasis data.

  • Digital Marketing: Optimasi iklan yang kini dikelola secara otomatis oleh sistem.

  • Riset Pasar (Market Research): Pengolahan data konsumen berskala besar dalam waktu singkat.

  • Pekerjaan Repetitif: Segala jenis tugas administrasi atau teknis yang berpola tetap.

  • Penyederhanaan Proses: Posisi yang sebelumnya berfungsi sebagai “jembatan” dalam alur kerja panjang.

  • Kreativitas Berbasis AI: Pekerja kreatif yang fungsinya kini bisa digantikan oleh asisten digital cerdas.

  • Pekerja Keterampilan Menengah (Semi-skilled): Tenaga kerja yang keterampilannya berada di level moderat menjadi yang paling rentan.

Menghadapi realitas baru

Risiko ini bukan berarti akhir dari segalanya, melainkan sebuah alarm bagi para profesional untuk segera beradaptasi.

Sektor digital marketing dan riset pasar, misalnya, kini menuntut manusia untuk beralih dari sekadar pelaksana teknis menjadi pengambil keputusan strategis yang menggunakan bantuan AI.

“Pekerja dengan keterampilan menengah atau semi-skill perlu melakukan up-skilling agar tidak tergilas oleh otomatisasi yang terus berkembang,” tambah Bhima.