Rahasia Ketangguhan Mobil Lada Peninggalan Uni Soviet, Bukan Sekadar Lelucon

mobil Lada

MALEINSPIRE.id – Dalam jajaran raksasa otomotif dunia, rasanya merek Lada bukan yang pertama kali terlintas di benak banyak orang.

Nama-nama seperti Mercedes-Benz, BMW, atau Ford justru yang seringkali menjadi tolok ukur kemewahan dan performa.

Namun, mobil Lada memiliki posisi unik dalam sejarah otomotif.

Meski sering kali menjadi bahan lelucon di internet karena desainnya yang dianggap kaku, Lada menyimpan sejarah luar biasa yang membuktikan bahwa daya tahan sering kali lebih berharga daripada estetika semata.

Akar sejarah mobil Lada: kolaborasi Rusia dan Italia

Merek Lada lahir di bawah payung AvtoVAZ, sebuah perusahaan Rusia yang didirikan melalui kerja sama strategis antara Uni Soviet dan Fiat pada tahun 1966.

Meski mobil Lada baru resmi diperkenalkan pada tahun 1973, embrio pertamanya muncul pada tahun 1970 melalui model VAZ-2101 Zhiguli.

Menariknya, VAZ-2101 sebenarnya adalah versi modifikasi dari Fiat 124.

Agar mampu bertahan menghadapi musim dingin Rusia yang ekstrem dan infrastruktur jalan yang buruk saat itu, teknisi Soviet memperkuat bodi mobil ini dengan baja yang lebih tebal dan komponen suspensi yang jauh lebih kokoh.

Inilah yang kemudian membentuk reputasi mobil Lada sebagai mobil yang “tidak bisa hancur.”

Simbol “kendaraan rakyat”

mobil Lada

Di Uni Soviet, mobil Lada dipasarkan dengan filosofi yang mirip dengan VW Beetle atau Citroën 2CV: sebuah kendaraan yang jujur, tanpa kepura-puraan, dan terjangkau bagi semua orang.

Saat negara lebih fokus pada pengembangan senjata nuklir dan pesawat supersonik, Lada hadir sebagai solusi mobilitas bagi warga sipil.

Tonggak sejarah terbesar Lada muncul pada tahun 1977 melalui peluncuran Lada Niva (VAZ-2121). Ini adalah mobil pertama yang sepenuhnya dirancang sendiri oleh tim Lada tanpa basis kendaraan lain.

Niva merupakan pionir off-roader kecil yang tangguh, bahkan hingga akhir 2020, diperkirakan masih ada sekitar 650.000 unit Niva yang beroperasi di jalanan Rusia.

Hingga hari ini, Niva tetap diproduksi dan memiliki basis penggemar setia di seluruh dunia karena kemampuannya di medan berat.

Bertahan dari runtuhnya Uni Soviet

mobil Lada

Banyak produk Uni Soviet yang hilang ditelan zaman setelah keruntuhan negara tersebut pada awal 1990-an, namun mobil Lada adalah pengecualian.

Perusahaan ini berhasil beradaptasi dengan memperkenalkan model-model baru seperti Lada 110 dan minivan Nadezhda.

Transformasi besar terjadi pada tahun 2008 ketika Renault mengakuisisi 25 persen saham AvtoVAZ, yang kemudian berujung pada penguasaan penuh oleh grup otomotif asal Prancis tersebut pada tahun 2016.

Di bawah naungan Renault, kualitas produksi Lada meningkat pesat melalui model modern seperti Lada Vesta.

Diakuisisi Renault

Pada Januari 2021, Renault mengumumkan integrasi Lada ke dalam unit bisnis bersama Dacia.

Meskipun langkah ini memicu spekulasi tentang independensi merek Lada, dukungan finansial dan teknologi dari grup besar seperti Renault sebenarnya memberikan jaminan kelangsungan hidup bagi merek ini.

Dengan proyeksi desain Niva baru yang terus dikembangkan, mobil Lada perlahan mulai bertransformasi dari sekadar “bahan candaan” menjadi merek internasional yang kompetitif.

Sejarah panjangnya mengajarkan kita bahwa di balik desain yang sederhana, terdapat ketangguhan mekanis yang mampu melewati berbagai badai politik dan ekonomi selama lebih dari setengah abad.