Mengapa Tren Makanan Kukusan Makin Digemari dan Baik Dikonsumsi Setiap Hari?

makanan kukusan

MALEINSPIRE.id – Kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat kini juga tercermin dari apa yang tersaji di atas piring. Salah satu fenomena yang belakangan ini mencuri perhatian adalah kembali populernya makanan kukusan.

Jika kita sering melihat lapak pedagang pinggir jalan yang menjajakan jagung, ubi, pisang, hingga singkong kukus yang mengepul hangat, itu bukan sekadar tren sesaat.

Permintaan makanan kukusan yang melonjak menunjukkan bahwa masyarakat mulai beralih ke pilihan konsumsi yang lebih alami dan minim proses.

Warisan teknologi kuliner leluhur

Meski terlihat seperti tren modern, metode mengukus sebenarnya adalah bagian dari identitas kuliner kita yang sangat tua.

Menurut Prof Dr Ir Murdijati-Gardjito, pakar kuliner sekaligus Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada (UGM), kebiasaan mengonsumsi makanan kukusan telah menjadi bagian dari teknologi alami masyarakat lokal sejak zaman Jawa kuno.

Hal ini membuktikan bahwa sejak dahulu, leluhur kita telah memahami cara terbaik untuk mengolah hasil bumi tanpa merusak kualitasnya.

Amankah mengonsumsi makanan kukusan setiap hari?

makanan kukusan

Banyak yang bertanya-tanya, apakah pola makan berbasis kukusan ini aman jika dijadikan menu harian? Jawabannya adalah sangat dianjurkan.

Ai Imas Faidoh Fatimah, dosen Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan Sekolah Vokasi IPB University, menjelaskan bahwa makanan kukusan sangat baik untuk mendukung kesehatan jangka panjang.

Namun, ia memberikan satu catatan penting: keseimbangan.

“Makanan kukusan sebaiknya dikombinasikan dengan sumber protein hewani. Tujuannya agar tidak hanya memberikan rasa kenyang atau sekadar mengikuti tren, tetapi juga mendukung pemeliharaan jaringan tubuh secara optimal,” ungkap Ai Imas.

Keunggulan nutrisi: mengapa mengukus lebih baik?

Dari sudut pandang gizi, mengukus memiliki keunggulan telak dibandingkan metode memasak lainnya, terutama menggoreng.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa makanan kukusan dianggap sebagai “pemenang” dalam hal nutrisi:

  1. Rendah Lemak dan Kalori: Karena tidak menggunakan minyak, proses pengukusan meminimalkan asupan lemak jenuh, sehingga jauh lebih ramah bagi jantung dan berat badan.

  2. Menjaga Kandungan Vitamin: Suhu pengukusan yang relatif lebih rendah dan stabil membantu mempertahankan vitamin dan mineral sensitif.

  3. Nutrisi Tidak Terbuang: Berbeda dari metode merebus di mana nutrisi bisa larut dalam air, pada proses pengukusan, bahan pangan tidak kontak langsung dengan air sehingga kandungan gizinya tetap terjaga di dalam bahan makanan.

Superfood lokal dalam setiap kukusan

Menariknya, sebagian besar bahan yang umum dikukus adalah pangan lokal yang kaya manfaat.

Ubi jalar, singkong, dan talas merupakan sumber karbohidrat kompleks serta serat yang baik untuk pencernaan. Sementara itu, sayuran seperti brokoli dan labu kuning sangat kaya akan antioksidan.

Bagi mereka yang membutuhkan asupan protein, edamame atau kacang tanah kukus bisa menjadi pilihan nabati yang luar biasa, sementara telur kukus menjadi sumber protein hewani yang sangat praktis dan sehat.

Mengadopsi tren makanan kukusan bukan hanya soal mengikuti apa yang sedang viral. Ini adalah langkah nyata untuk kembali ke pola makan alami yang lebih bersahabat dengan tubuh.

Selain menyehatkan, kebiasaan ini juga turut memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal Indonesia.