Indonesia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia, Menurut Peneliti Harvard

negara paling bahagia di dunia
negara paling bahagia di dunia

MALEINSPIRE.id – Kabar membanggakan datang dari panggung riset internasional. Dari laporan terbaru Global Flourishing Study (GFS), Indonesia dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia atau paling “berkembang” (flourishing).

Studi kolaboratif yang melibatkan pakar dari Harvard University, Baylor University, dan lembaga riset Gallup ini menempatkan Indonesia di posisi puncak dengan skor rata-rata 8,47 dari 10.

Angka ini jauh melampaui negara-negara maju yang sering kali dianggap memiliki standar hidup lebih tinggi secara finansial.

Daftar negara paling bahagia di dunia

negara paling bahagia di dunia

Studi yang dipublikasikan melalui Nature Mental Health ini melibatkan lebih dari 200.000 responden di 23 wilayah.

Berikut adalah urutan negara paling bahagia di dunia berdasarkan indikator kesejahteraan holistik:

  • Indonesia (Peringkat 1 dengan skor 8,47)

  • Israel

  • Filipina

  • Meksiko

  • Polandia

  • Nigeria

  • Mesir

  • Kenya

  • Tanzania

  • Argentina

Sebagai perbandingan, negara adidaya seperti Amerika Serikat hanya menempati peringkat ke-12. Sementara itu, negara-negara dengan ekonomi kuat seperti Inggris, Turki, dan Jepang justru berada di urutan bawah. Jepang bahkan mencatatkan skor terendah dalam studi ini, yakni 5,93.

Mengapa Indonesia unggul meski bukan negara terkaya?

negara paling bahagia di dunia

Salah satu temuan paling menarik dari GFS adalah fakta bahwa kekayaan finansial bukan merupakan penjamin tunggal suatu negara menjadi negara paling bahagia di dunia.

Para peneliti mencatat bahwa meskipun Indonesia tidak menonjol dari segi ekonomi makro, masyarakatnya memiliki kekuatan luar biasa dalam hubungan sosial dan nilai karakter.

Indonesia dinilai unggul dalam hal rasa kebersamaan, kepedulian antar sesama, dan keterlibatan masyarakat yang aktif.

Sebaliknya, studi ini menemukan bahwa negara-negara berpenghasilan tinggi cenderung memiliki hubungan sosial yang kurang bermakna dibandingkan dengan negara-negara berkembang.

Hal ini membuktikan bahwa dukungan emosional dari lingkungan sekitar memberikan dampak yang jauh lebih besar terhadap kepuasan hidup daripada sekadar angka di rekening bank.

5 dimensi utama penentu kebahagiaan

Riset ini menggunakan metode flourishing yang menilai kesejahteraan manusia secara utuh melalui lima dimensi utama:

  • Kebahagiaan dan Kepuasan Hidup: Perasaan subjektif terhadap kualitas hidup secara keseluruhan.

  • Kesehatan Mental dan Fisik: Keseimbangan kondisi tubuh dan pikiran yang sehat.

  • Makna dan Tujuan Hidup: Memiliki alasan dan arah yang kuat dalam menjalani hidup.

  • Karakter dan Keutamaan Moral: Nilai-nilai etika dan integritas yang dipegang teguh.

  • Hubungan Sosial yang Erat: Ketersediaan dukungan sosial dan koneksi yang mendalam dengan orang lain.

Hasil survei Global Flourishing Study memberikan perspektif baru bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari PDB, tetapi juga dari seberapa kuat ikatan sosial antar masyarakat.

Indonesia telah membuktikan bahwa keramahan, gotong royong, dan kepedulian sosial adalah “kekayaan” sejati yang membawa kita ke puncak dunia.