Tips Memperbaiki Hubungan yang Merenggang, Bukan Sekadar Seks

memperbaiki hubungan

MALEINSPIRE.id – Mungkin kita pernah merasa ada jarak yang membentang di antara dirimu dan pasangan, yang membuat kita perlu memperbaiki hubungan itu.

Sering kali, pasangan suami istri kesulitan untuk kembali selaras karena gagal mengenali akar penyebab di balik keluhan harian atau kebutuhan yang tidak terpenuhi.

Melalui unggahan terbarunya pada 15 Desember 2025 lalu, Alessandro Frosali, pelatih hubungan khusus pria, membagikan perspektif mendalam mengenai cara menjadi suami yang lebih baik demi membangun kembali keintiman yang telah memudar.

Memperbaiki hubungan bukan melulu soal seks

Menurut Alessandro, banyak pria terjebak pada asumsi bahwa istri mereka memiliki dorongan seksual (sex drive) yang rendah.

Padahal, bisa jadi ada aspek fundamental yang terlewatkan dalam upaya kita memperbaiki hubungan.

“Hasrat terdalam pria memang koneksi fisik, namun banyak pria mencoba melompati tahapan yang justru memungkinkan koneksi itu terjadi,” ungkapnya.

Kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah mengabaikan landasan emosional.

Keintiman fisik mustahil dibangun jika “nada emosional” (emotional tone) di antara pasangan sedang tidak selaras atau berada dalam kondisi negatif.

Memahami konsep emotional tone

memperbaiki hubungan

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan emotional tone?

Sederhananya, ini adalah perasaan yang dialami istri saat berada di dekat kita. Apakah ia merasa aman atau terancam? Santai atau tegang? Terhubung atau justru merasa sendirian?

Alessandro menekankan bahwa nada emosional ini bersumber dari kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi —bukan sekadar apa yang sering dikeluhkan atau dianggap sebagai “omelan”, melainkan makna di balik keluhan tersebut.

Misalnya, jika seorang istri terus menagih janji suami untuk membuang sampah, ia sebenarnya bukan sedang meributkan sampah, melainkan sedang mempertanyakan integritas suaminya: Dapatkah saya memercayai kata-katamu?

4 pilar kebutuhan emosional yang terabaikan

Untuk memperbaiki hubungan yang renggang, Alessandro menyoroti empat area utama yang sering menjadi pemicu keretakan keintiman:

  • Kehadiran (Presence): Berada di ruangan yang sama tidak berarti kita hadir secara utuh. Jika raga kita ada namun pikiran jauh, istri akan merasa sendirian meski sedang berada di samping kita.

  • Kepercayaan (Trust): Ketidaksinkronan antara ucapan dan tindakan membuat pasangan tidak bisa merasa rileks karena ia merasa tidak memiliki sandaran yang kokoh.

  • Prioritas (Priorities): Jika kita memberikan versi terbaik diri kita untuk pekerjaan atau orang lain, sementara pasangan hanya mendapatkan “sisa” energi, ia akan berhenti merasa dipilih dan berharga.

  • Keandalan (Reliability): Saat pasangan harus terus-menerus mengingatkan kita akan hal yang sama, ia belajar bahwa ia harus memikul segala beban sendirian karena tidak bisa mengandalkan kita.

Keintiman fisik adalah hasil, bukan titik awal

Ketika kebutuhan-kebutuhan di atas tidak terpenuhi, nada emosional akan merosot tajam dan menyulitkan kita untuk memperbaiki hubungan tersebut.

Secara psikologis dan biologis, hal ini membuat seorang wanita merasa “tertutup”. Hatinya menutup, pikirannya menutup, dan secara otomatis, keinginan untuk koneksi fisik pun akan ikut menutup.

Alessandro memperingatkan para suami untuk tidak terus mengejar keintiman fisik sementara pondasi hubungannya sedang retak.

Berharap bahwa aktivitas fisik singkat akan memperbaiki segalanya adalah sebuah kekeliruan.

“Perbaiki nada emosionalnya, maka segalanya akan berubah. Abaikan hal itu, dan Anda akan terus bertanya-tanya mengapa wanita yang Anda cintai terasa seperti berada ribuan mil jauhnya,” tutup Alessandro.