MALEINSPIRE.id – Jika berbelanja ke supermarket, mungkin kamu akan melihat berbagai produk yang berlomba-lomba menyebut dirinya makanan sehat.
Hal ini sering kali membuat kita sebagai konsumen tergoda untuk membelinya tanpa memeriksa kembali nilai gizi yang sebenarnya.
Namun, penting untuk tetap kritis. Tidak semua produk dengan klaim kesehatan benar-benar memberikan manfaat yang diharapkan bagi tubuh.
Makanan sehat yang ternyata mengandung nutrisi tidak sehat
Melansir Verywell Health, berikut lima jenis makanan yang sering kali memiliki profil nutrisi yang kontradiktif dengan citra “sehat” yang ditampilkan:
1. Granola dan protein bar
Produk ini kerap dipasarkan sebagai sumber energi instan yang ideal bagi individu aktif.
Faktanya, banyak produk granola dan protein bar di pasaran yang mengandung pemanis buatan, sirup, atau bahan pengisi (fillers) tambahan.
Tingginya kandungan kalori dan gula ini terkadang membuat profil nutrisinya lebih menyerupai kudapan manis atau permen dibandingkan makanan sehat.
2. Camilan sayuran (veggie chips)

Banyak orang memilih veggie chips atau stik sayur panggang sebagai makanan sehat alternatif keripik kentang.
Namun, sebagian besar produk ini sebenarnya hanya mengandung sedikit sekali ekstrak sayuran asli.
Melalui proses pengolahan suhu tinggi dan penambahan garam serta minyak, nilai nutrisinya cenderung serupa dengan keripik biasa yang tinggi lemak trans dan sodium.
3. Smoothie kemasan
Meski terlihat menyegarkan, smoothie dalam botol sering kali merupakan “bom” gula tersembunyi. Hal ini terutama terjadi jika produk tersebut diolah dari konsentrat jus buah, bukan buah utuh.
Akibatnya, kandungan serat yang seharusnya membantu metabolisme hilang, sementara asupan kalori dan gula melonjak drastis.
4. Produk berlabel bebas lemak atau tanpa gula
Ketika produsen menghilangkan lemak (fat-free) atau gula (sugar-free), mereka sering kali menambahkan bahan lain untuk menjaga tekstur dan rasa agar tetap lezat.
Bahan tambahan ini biasanya berupa perasa buatan, pengental, atau zat aditif lainnya yang tidak memberikan nilai nutrisi positif bagi tubuh.
5. Produk bebas gluten (gluten-free)
Bagi individu dengan penyakit celiac atau intoleransi gluten, produk ini adalah kebutuhan medis.
Namun, bagi masyarakat umum, makanan bebas gluten sering kali menggunakan tepung olahan yang justru lebih tinggi kalori dan lebih rendah serat dibandingkan versi gandum utuh (whole grain).