MALEINSPIRE.id – International Business Machines Corp atau IBM mengumumkan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada kuartal keempat tahun 2025.
Keputusan ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat bisnis peranti lunak (software) dan layanan hybrid cloud yang menunjukkan pertumbuhan lebih cepat.
CEO IBM, Arvind Krishna, secara konsisten mendorong divisi software menjadi unit bisnis terbesar IBM, terutama karena unit konsultasi menghadapi tantangan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.
Meta PHK Sebagian Karyawan, Apa Sebabnya?
Dampak PHK IBM
Optimisme investor terhadap lini bisnis software didukung oleh akuisisi besar seperti Red Hat pada tahun 2019 dan HashiCorp senilai 6,4 miliar dolar AS pada 2024, yang bertujuan mengintegrasikan solusi hybrid cloud dan AI.
Juru bicara IBM mengonfirmasi bahwa PHK kali ini hanya akan berdampak pada persentase kecil dari total tenaga kerja global, yang dilaporkan mencapai sekitar 270.000 pekerja pada akhir 2024.

Meskipun persentase yang terdampak tergolong “satu digit rendah” (low single-digit percentage), angka ini diperkirakan mencapai ribuan pekerja di seluruh dunia, mengingat total karyawan perusahaan.
“Kami secara rutin meninjau tenaga kerja kami dengan perspektif ini dan menyesuaikannya kembali bila diperlukan,” ujar juru bicara IBM.
Gelombang PHK di Microsoft Belum Selesai, Kini 300 Karyawan Terdampak
“Pada kuartal keempat kami menjalankan langkah yang akan berdampak pada persentase kecil, satu digit, dari total tenaga kerja global kami.”
Penyesuaian tenaga kerja ini sejalan dengan tren di industri teknologi, di mana perusahaan besar memprioritaskan otomatisasi dan integrasi Kecerdasan Buatan (AI) untuk memangkas biaya dan meningkatkan efisiensi.

Diketahui, IBM berencana mencapai penghematan biaya sebesar 4,5 miliar dolar AS hingga akhir tahun 2025 melalui otomatisasi dan AI.
Bahkan, di bawah kepemimpinan Arvind Krishna, perusahaan telah menggunakan agen AI untuk menggantikan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh ratusan staf HR.
TikTok Diterpa Kabar PHK Massal Karyawan, Berikut Faktanya
Meskipun sebagian pekerja di Amerika Serikat kemungkinan akan terkena dampaknya, jumlah tenaga kerja di negara tersebut diperkirakan akan tetap stabil sepanjang tahun.
PHK ini menegaskan komitmen IBM untuk fokus pada bisnis dengan margin tinggi seperti solusi Hybrid Cloud dan Generative AI, yang diharapkan menjadi motor pertumbuhan utama perusahaan di masa depan.