Kesalahan Etika Saat Liburan yang Wajib Kamu Hindari

etika saat liburan

MALEINSPIRE.id – Perjalanan wisata—baik di dalam maupun luar negeri—seharusnya menjadi momen yang menyenangkan bagi semua orang.

Menjaga etika saat liburan bukan cuma soal sopan santun, tetapi juga bentuk penghormatan kita terhadap tempat dan masyarakat lokal yang kita kunjungi.

Sayangnya, tidak sedikit wisatawan yang tanpa sengaja melakukan kesalahan karena kurangnya pemahaman akan aturan setempat.

Karthik Venkataraman, CPRO VeTravel, Vernost, bersama Bernard Corraya, General Manager Wego, membagikan kesalahan etika saat liburan yang sering dilakukan wisatawan dan cara menyikapinya agar perjalananmu tetap nyaman dan berkesan.

Etika saat Liburan: Pentingnya Riset dan Kesadaran Budaya Lokal

Salah satu kekeliruan paling mendasar yang sering terjadi adalah enggan melakukan riset sebelum berangkat.

Karthik menjelaskan bahwa kegagalan memahami adat istiadat setempat dapat memicu ketidaknyamanan yang tidak disengaja.

Kesadaran budaya sebenarnya melampaui sekadar kemampuan berbahasa.

Gerak-gerik tubuh, bahasa isyarat, hingga ekspresi harian yang dianggap lumrah di negara kita bisa jadi memiliki arti yang sangat berbeda di tempat lain.

Selain itu, norma perilaku di ruang publik juga perlu diperhatikan.

Aktivitas seperti makan, minum, merokok, atau menunjukkan kemesraan di depan umum mungkin hal biasa di satu destinasi, tetapi bisa melanggar hukum atau dianggap kurang sopan di tempat lain.

Menjaga etika saat liburan di ruang bersama—seperti tidak berbicara terlalu keras, tidak menyandarkan kursi pesawat secara mendadak, serta tertib mengantre—akan sangat dihargai oleh sesama pelancong dan warga lokal.

Hormati Aturan Wisata, Bahasa, dan Etika Digital

Saat mengunjungi situs bersejarah atau tempat ibadah, mematuhi aturan lokal menjadi hal yang mutlak.

Perhatikan kode pakaian (dress code), batasan mengambil foto, serta jalur pengunjung yang ditentukan.

Karthik mengimbau para wisatawan untuk selalu meminta izin sebelum memotret warga lokal, terutama di area pedesaan atau acara keagamaan.

Foto yang terasa biasa bagi kita bisa saja dianggap mengganggu privasi mereka.

Penerapan etika saat liburan juga mencakup beberapa aspek penting berikut:

  • Pahami Aturan Tip: Kebiasaan memberi tip sangat bervariasi. Di beberapa negara, tip menjadi bagian utama pendapatan pekerja, sementara di negara lain hal itu justru dianggap tidak sopan.
  • Gunakan Bahasa Lokal Sederhana: Jangan berasumsi semua orang bisa berbahasa Inggris. Pelajari kata-kata dasar seperti “halo”, “tolong”, dan “terima kasih” dalam bahasa lokal untuk menunjukkan iktikad baik.
  • Etika Konten Digital: Saat membuat konten video atau reels untuk media sosial, hindari merekam di area sensitif seperti tempat ibadah atau monumen peringatan. Pastikan kameramu tidak mengganggu jalan atau merekam orang lain tanpa persetujuan.
  • Jaga Kelestarian Lingkungan: Hindari membuang sampah sembarangan, memberi makan satwa liar, atau mengambil benda alam sebagai buah tangan.