Kisah Pilu Pria Korban Banjir di Nepal, Kehilangan Seluruh Keluarga di Depan Mata

banjir di nepal

MALEINSPIRE.id – Bencana banjir di Nepal membawa kisah pilu bagi pria bernama Girilal Budhathoki (38 tahun).

Momen bahagia Girilal berkumpul bersama keluarga menjelang festival Dashain dan Tihar berubah menjadi duka mendalam.

Pria yang bekerja sebagai sopir truk sampah ini harus menyaksikan peristiwa memilukan saat bencana banjir di Nepal menerjang tempat tinggalnya di Timure, Provinsi Bagmati, hingga menghanyutkan istri serta empat anaknya dalam hitungan detik.

Kronologi Bencana Banjir di Nepal

Peristiwa itu berlangsung sangat cepat pada Rabu pagi (26/8/2026).

Girilal yang sempat menghentikan pekerjaannya bergegas pulang ketika melihat arus lalu lintas terhenti akibat luapan air.

Namun, belum sempat ia menginjakkan kaki di dalam rumah, gelombang air bah raksasa mendadak datang menghantam kawasan pemukiman tersebut.

“Saya sedang mencapai pekarangan ketika banjir tiba-tiba datang dari sana. Saya bahkan tidak tahu kalau banjir telah datang,” ungkap Girilal tersedu-sedu saat diwawancarai Online Khabar.

Girilal menceritakan bahwa tempat penampungan sementara tempat keluarga kecilnya berada tersapu bersih oleh derasnya arus tepat di depan matanya.

Istri, dua putra, dan dua putrinya hanyut terbawa banjir tanpa sempat menyelamatkan diri.

Ia sendiri berhasil selamat dari maut setelah berusaha sekuat tenaga memanjat dan berpegangan pada batang pagar besi ketika bangunan tempat tinggalnya runtuh akibat bencana banjir di Nepal itu.

Pupusnya Harapan Pulang Kampung

Setelah terjebak dalam reruntuhan dengan luka di sekujur tubuh, teman-teman kerjanya berhasil menyelamatkan Girilal.

Pria malang ini kemudian dievakuasi menggunakan helikopter menuju ruang darurat Tribhuvan University Teaching Hospital di Kathmandu untuk mendapatkan perawatan medis mendesak.

Rencana yang ia susun selama lima tahun bekerja di Timure demi mengumpulkan modal dan memboyong keluarganya kembali ke kampung halaman di Salyan kini sirna seketika.

Melalui ruang perawatan, Girilal mengaku sudah tidak memiliki harapan lagi bahwa anak dan istrinya sanggup bertahan hidup dari musibah dahsyat tersebut.

Tragedi yang dialami Girilal menjadi gambaran betapa bencana banjir di Nepal telah merenggut harta dan orang-orang tercinta dalam sekejap mata, menyisakan duka emosional yang teramat dalam bagi penyintasnya.