Kisah Lulusan Stanford, Susah Mencari Kerja Meski Sudah Mengirim 100 Lamaran

susah mencari kerja

MALEINSPIRE.id – Memiliki ijazah dari kampus ternama ternyata tidak menjamin seseorang langsung mendapat pekerjaan penuh waktu. Bahkan, beberapa justru susah mencari kerja.

Fenomena susah mencari kerja kini dialami oleh Emma Kexin Wang, lulusan program sarjana dan magister Bahasa Inggris Stanford yang terpaksa melakoni tiga pekerjaan paruh waktu demi bertahan hidup di Amerika Serikat (AS).

Seperti apa kisah lulusan Stanford ini?

Perjuangan Lulusan Stanford Susah Mencari Kerja

Meski telah menyesuaikan CV dan mengirimkan lebih dari 100 lamaran ke berbagai bidang —mulai dari pemasaran, user experience (UX), penulisan, hingga manajemen proyek— wanita kelahiran China ini masih harus berpacu dengan waktu akibat keterbatasan izin tinggal.

Beberapa tantangan utama yang dihadapi Wang antara lain:

  • Batas Waktu Visa OPT: Melalui program Optional Practical Training (OPT), Wang wajib mendapatkan pekerjaan dalam batas waktu 60 hari sejak lulus agar status tinggalnya di AS tetap legal tanpa risiko dipulangkan.
  • Melakoni Tiga Pekerjaan Paruh Waktu: Untuk menutupi tingginya biaya sewa tempat tinggal di AS, Wang memanfaatkan latar belakang akademisnya dengan bekerja sebagai penyunting esai perusahaan edtech, penulis materi promosi startup AI, serta konsultan lepas esai perguruan tinggi.
  • Membangun Portofolio di Media Sosial: Mengikuti saran senior, ia mendokumentasikan perjalanannya sebagai “non-techie in tech” di TikTok dan LinkedIn hingga unggahannya mengenai realitas pencarian kerja mendapat perhatian luas.

Wang mengungkapkan bahwa rasa lelah dan lecutan emosi terus membayanginya setiap kali menerima ucapan penolakan dari perusahaan yang dilamar.

“Tiba-tiba merasa sangat termotivasi terhadap sebuah posisi, tetapi selalu berakhir dengan kekecewaan setelah setiap penolakan,” tuturnya.

Kisah Wang menyingkap kerasnya persaingan dunia kerja global saat ini.

Meski kini dibayangi tenggat batas sponsor visa kerja yang tersisa enam bulan lagi, Wang berusaha bangkit kembali dan menemukan kembali kecintaannya pada dunia penulisan serta komunitas yang telah ia bangun.