Dampak Kekurangan Asupan Serat: Perut Buncit dan Berat Badan Sulit Turun

asupan serat

MALEINSPIRE.id – Menurunkan berat badan sering kali kita identikkan dengan memotong porsi makan atau menjalani diet ketat. Namun pernahkah kamu memperhatikan asupan serat?

Tidak sedikit orang yang sudah membatasi kalori tetapi lingkar perutnya terus bertambah dan berat badan tetap sulit dikendalikan.

Salah satu faktor utama yang kerap luput dari perhatian kita adalah kekurangan asupan serat harian.

Dampak Kekurangan Asupan Serat Terhadap Berat Badan

Di tengah kemudahan aplikasi pesan-antar makanan, kita makin sering mengonsumsi hidangan tinggi kalori, gula, dan lemak yang minim nutrisi.

Sayangnya, pola makan ini jarang diimbangi dengan asupan serat seperti sayur dan buah yang memadai.

Dokter medis Kalbe Consumer Health, Elizabeth Angelina, mengatakan bahwa kesibukan harian kerap membuat seseorang memilih makanan praktis tanpa memikirkan kecukupan nutrisinya.

Padahal, serat memiliki peran vital dalam melambatkan pengosongan lambung.

Menurutnya, ketika kekurangan asupan serat terjadi, rasa kenyang akan hilang lebih cepat sehingga keinginan untuk ngemil berlebihan kembali muncul.

Sebaliknya, saat kebutuhan serat harian terpenuhi, dorongan makan dapat lebih terkontrol sehingga mendukung pengelolaan berat badan yang sehat.

Penuhi Kebutuhan Serat Harian

Andry Mahyudi, Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health, mengungkapkan pentingnya menjaga tubuh tetap sehat dan berat badan ideal.

“Menjaga tubuh tetap sehat dan berat badan tetap ideal tidak selalu harus dimulai dari perubahan yang besar.”

“Kebiasaan sederhana seperti mencukupi kebutuhan serat setiap hari dapat menjadi langkah awal untuk membangun pola hidup yang lebih sehat,” ujar Andry.

Makanan Kaya Serat

Alpukat

Makanan tinggi serat yang sering ditemui adalah alpukat. Kandungan serat dalam 100 gram buah alpukat hampir mencapai 7 gram.

Selain serat, buah ini juga mengandung lemak sehat, vitamin C, kalium, magnesium, vitamin E, dan vitamin B kompleks.

Pir

Buah pir juga tergolong makanan tinggi serat. Bagaimana tidak, dalam satu buah pir berukuran sedang terkandung sekitar 5,5 gram serat.

Sementara itu, dalam takaran 100 gram buah pir ada sekitar 3 gram serat. Pir juga memiliki kandungan vitamin C, zinc, dan kalium.

Apel

Makanan tinggi serat selanjutnya masih dalam kategori buah-buahan, yaitu apel. Buah yang lezat dan mengenyangkan ini menyediakan serat larut dan serat tidak larut.

Kandungan serat dalam 1 buah apel ukuran sedang beserta kulitnya adalah sekitar 4,5 gram. Tidak hanya serat, buah ini juga mengandung antioksidan flavonoid dan vitamin C.

Pisang

Pisang juga bisa menjadi pilihan buah yang kaya akan serat. Per 100 gram pisang mengandung sekitar 2,6 gram serat.

Dengan kata lain, 1 pisang berukuran sedang kira-kira terkandung 3 gram serat. Selain serat, pisang juga memberikan banyak nutrisi lain, seperti vitamin C, kalium, dan vitamin B6.

Kacang almond

Kacang almond bisa menjadi pilihan makanan tinggi asupan serat. Dalam takaran 100 gram kacang ini bahkan mampu memenuhi sekitar setengah kebutuhan serat harian, yaitu sebesar 13 gram.

Kacang almond juga dilengkapi dengan nutrisi lain yang tidak kalah penting, seperti lemak sehat, vitamin E, mangan, dam magnesium.

Kacang polong

Kacang polong, buncis, dan kacang koro merupakan sumber serat yang baik. Dalam 100 gram kacang polong mengandung hampir sebanyak 11 gram serat.

Tidak hanya serat, kacang polong juga rendah lemak dan tinggi protein sehingga cocok dijadikan sebagai camilan sehat.

Kacang hijau

Selain kacang almond dan kacang polong, kacang hijau juga temasuk makanan tinggi serat. Kacang ini sering disajikan dalam beragam olahan, contohnya bubur kacang hijau, tumisan, atau rempeyek.

Meskipun bentuknya kecil, kacang hijau memiliki sejumlah nutrisi yang baik untuk tubuh. Setengah gelas kacang hijau yang telah direbus saja mengandung sekitar 4 gram serat.

Oat

Oat biasa dijadikan sebagai menu sarapan sehat. Hal itu tidak mengherankan karena oat merupakan sumber serat yang baik.

Kandungan serat dalam 100 gram oat bisa mencapai 10 gram. Ditambah lagi, oat juga kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Biji chia

Sekitar 2 sendok makan biji chia atau chia seed mengandung 10 gram serat. Tidak hanya serat, biji chia juga memiliki asam lemak omega-3 dan protein yang berkualitas.

Kamu bisa menambahkan biji chia ke dalam oatmeal atau salad untuk mencukupi asupan serat harian.

Ubi jalar

Makanan tinggi serat lain yang bisa dikonsumsi adalah ubi jalar. Dalam 100 gram ubi jalar terkandung hampir sekitar 4 gram serat.

Selain mengenyangkan dan memiliki rasa yang manis, ubi jalar juga mengandung banyak nutrisi, seperti beta karoten, vitamin B, dan berbagai mineral.