Review Film: The Ministry of Ungentlemanly Warfare

The Ministry of Ungentlemanly Warfare merupakan sebuah film aksi yang menghibur dan menyenangkan. Menggabungkan aksi, humor, kecerdasan, dan pengulangan sejarah dengan nada yang ringan, film ini memberikan pengalaman yang memuaskan. Humornya pun tidak terasa dipaksakan; jenis komedi yang membuat penonton tersenyum di bioskop tanpa berlebihan. Kecerdikan Gus (Henry Cavill) dengan tindakan-tindakannya yang tak terduga membuat saya selalu penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya. Meskipun bukan film komedi yang membuat penonton tertawa sampai sakit perut, obrolan yang cerdas tetap menghibur.

Dalam hal aksi, kita bisa melihat bahwa Gus dan gengnya tidak kesulitan saat menghadapi musuh-musuh mereka. Secara analogi, film ini terasa seperti bermain karakter level-30 melawan musuh yang masih level-5. Meskipun gaya “pahlawan selalu menang” ini membuat adegan pertarungan tidak terlalu mendebarkan, namun tetap memberikan dorongan adrenalin, terutama saat Lassen (Alan Ritchson) berhasil mengalahkan Nazi dengan panah busurnya, atau saat Heron tiba-tiba menggunakan pistol saku setelah hampir terbongkar.

Cavill memang menjadi sorotan utama dalam departemen akting, meskipun bukan berarti yang lain kalah. Hampir semua pemeran berhasil memerankan karakter mereka dengan baik. Ritchson pantas mendapat pujian atas perannya sebagai Lassen, sang pemanah yang selalu tersenyum. Begitu pula dengan penampilan González sebagai Marjorie yang memikat.

Adapun dalam departemen musik, skor yang diciptakan oleh Christopher Benstead sangatlah memikat. Lagu-lagu seperti “A Team of Misfits” dan “Operation Postmaster” berhasil menciptakan suasana yang tepat saat geng berlayar dalam misi mereka yang berani.

Secara keseluruhan, “Ministry of Ungentlemanly Warfare” adalah sebuah film yang sangat menghibur.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*